KEJARNEWS. COM, Depok | Semangat persaudaraan dan komitmen membangun Kota Depok yang inklusif mewarnai pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Depok periode 2026-2031. Acara yang digelar Sabtu (11/7/2026) di Graha Hezron, Jakarta Timur, ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi daerah dan tokoh masyarakat.

Wakil Walikota Depok, Chandra Rahmansyah, hadir dalam acara pelantikan Rio Damanik sebagai Ketua DPC PBB Depok yang baru. Hadir pula Kepala Badan Kesbangpol Dudi Miraz, Anggota DPRD Depok Binton Nadapdap dan Edi Sitorus, serta perwakilan dari Polresta Metro Depok dan Kodim 0508 Depok. Turut hadir Ketua DPD Jabar Sahat Tua Sinambela, Ketua Umum DPP PBB Lambok Sihombing, serta pimpinan berbagai ormas seperti Forkabi, GRiB, Pemuda Pancasila, KNPI, dan FKPPI.
Sinergi Erat Pasca-Pilkada
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Chandra Rahmansyah menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan solid Keluarga Besar Batak selama masa kampanye Pilkada hingga kini. Ia menekankan bahwa perbedaan suku dan budaya bukanlah pemecah belah, melainkan kekuatan penyatu bangsa.
“Indonesia besar karena keberagamannya. Depok adalah rumah bagi kita semua, termasuk keluarga besar Batak yang telah memberikan kontribusi nyata. Saya berharap PBB tidak hanya menjadi wadah persaudaraan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling menghargai,” ujar Chandra.
Chandra juga menyinggung pentingnya pendidikan sebagai kunci kemajuan. “Pastikan anak-anak Batak di Depok harus kuliah. Hanya dengan pendidikan tinggi, sumber daya manusia kita akan unggul. Mari bersama bangun Depok menjadi kota maju, kota yang membahagiakan, dan kota yang Pancasilais,” tambahnya disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Program Unggulan: Beasiswa & Pendataan Ulang
Usai dilantik, Ketua DPC PBB Depok, Rio Damanik, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemkot Depok atas kepercayaan dan sinergi yang dibangun. Rio memaparkan program kerja prioritas organisasi di tahun pertama masa baktinya.
“Berdasarkan riset, orang Batak dikenal sebagai pencetus sarjana terbanyak. Kami ingin mempertahankan dan meningkatkan tradisi ini. Jika ada bantuan dari Pemkot, kami akan mendata anggota berdasarkan prestasi untuk sistem beasiswa pendidikan,” jelas Rio.
Selain fokus pada pendidikan, PBB Depok juga akan menjalankan program sosial berupa RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) atau bedah rumah, sesuai saran dari anggota dewan dan penasehat organisasi. Program ini akan dikonsolidasikan dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah di tingkat kecamatan.
Target Menjangkau 22.000 KK
Rio menambahkan bahwa saat ini tercatat ada 1.200 anggota aktif PBB di Kota Depok. Namun, target organisasi jauh lebih besar. Mengacu pada data Disdukcapil tahun 2024, terdapat sekitar 22.000 Kartu Keluarga (KK) etnis Batak di Depok.
“Program awal kami adalah pendataan ulang seluruh masyarakat Batak di Kota Depok. Kami juga akan merapikan struktur organisasi hingga ke tingkat kelurahan, dari PAC hingga ranting. Dengan adanya PBB, kami yakin dapat mengangkat martabat orang Batak dan bersinergi menjaga Depok agar tetap aman, toleran, dan maju,” pungkasnya.
Acara pelantikan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, ditutup dengan salam khas Batak “Horas! Horas! Horas!” yang menggema di seluruh ruangan, menandai dimulainya babak baru pengabdian Pemuda Batak Bersatu untuk Kota Depok dan Indonesia. (ish)






