Dorong Kemandirian Ekonomi Ormas, FMMD Depok Gelar Seminar UU 16/2017 ; Peserta Desak Solusi Anggaran Pembinaan

KEJARNEWS. COM DEPOK  |Forum Musyawarah Masyarakat Depok (FMMD) menggelar seminar bertajuk “Implementasi Sosiologis terhadap UU No. 16/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan” di Aula Kecamatan Pancoran Mas, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok serta Polresta Depok, dengan tujuan menyamakan persepsi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan elemen masyarakat sipil.

Ketua FMMD, Dr. Ir. Jarmud A.S. Tahun, SH., M.Th., menyatakan bahwa seminar ini penting untuk menghilangkan kesalahpahaman yang sering muncul di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa ormas tidak boleh dipandang sebagai pihak yang “dikerdilkan”, melainkan mitra strategis dalam menjaga ketertiban sosial.

“Tujuan utamanya adalah sinergi. Ketika persepsi antara Pemkot, Polres, dan Ormas sama, kita bisa bersama-sama menyelesaikan persoalan sosial di Depok tanpa ada rasa curiga,” ujar Jarmud.

Baca juga:  Rapat Paripurna DPRD Depok Sampaikan Laporan Pansus 7 dan Reses Dewan ke -II

Ormas sebagai “Paru-Paru Negara”

Koordinator Ormas Kesbangpol Kota Depok, Nuryanto, yang hadir mewakili pejabat terkait, menyebut ormas sebagai “paru-paru negara” yang vital bagi demokrasi dan stabilitas daerah. Ia melaporkan bahwa dari sekitar 450 ormas terdaftar di Depok, situasi kondusif terjaga bahkan selama masa Pilkada serentak.

“Alhamdulillah, pasca-Pilkada, semua pihak berkolaborasi mendukung pemenang untuk membangun Depok. Kondisinya sangat sehat,” kata Nuryanto.

Namun, Nuryanto juga menyoroti tantangan baru: efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak pada terbatasnya program pembinaan resmi. Oleh karena itu, ia mendorong ormas untuk tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi membangun kemandirian ekonomi melalui unit usaha atau divisi bisnis.

Baca juga:  Sumur Pantau Telemetri yang Pertama di Bangun di Kota Depok

“Kami pernah menggagas penguatan UMKM bagi anggota ormas. Ini langkah konkret agar ormas bisa mandiri secara finansial dan tetap eksis meski anggaran negara terbatas,” jelasnya.

Kapolsek Intelkam Polresta Depok, Kompol Sutarno, juga hadir memberikan perspektif keamanan. Ia menegaskan bahwa kepolisian siap memfasilitasi ormas yang beroperasi sesuai koridor hukum, sambil menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Depok.

Desakan Aksi Nyata: Ancaman Demo Jika Diabaikan

Meski seminar berjalan lancar, suasana menjadi sedikit tegang di sesi tanya jawab. Ketua LSM Penjara Tompay Baraba dan Ketua LSM Hard Line, Regy, menyampaikan keluhan keras terkait minimnya dukungan operasional bagi ormas.

Baca juga:  HUT ke-27 Depok Dihadiri Gubernur Jawa Barat, Beri Santunan Rumah Buat Seorang Janda yang Masih Ngontrak

Regy mendesak Kepala Badan Kesbangpol Kota Depok, Dudy Miraz, untuk segera turun tangan dan duduk bersama membahas solusi pembiayaan pembinaan ormas.

“Kami menanti kebijaksanaan Bapak Dudy Miraz untuk berinteraksi langsung. Bila dalam waktu dekat kami belum menerima respons atau undangan diskusi, kami tidak segan-segan akan melakukan aksi demonstrasi,” tegas Tompay di hadapan puluhan peserta.

Hadirnya sekitar 40 perwakilan ormas dalam acara ini menunjukkan tingginya antusiasme sekaligus kegelisahan mereka akan keberlangsungan organisasi di tengah keterbatasan sumber daya. FMMD berharap, hasil seminar ini tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi melahirkan komitmen nyata dari Pemkot Depok untuk tetap memperhatikan ekosistem organisasi kemasyarakatan di kota ini.

(ish)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *