Tiga Ruang direhabilitasi, Tiga Ruang Kelas Baru dibangun. Seluruh Pekerjaan ditargetkan Rampung Akhir Desember 2026

KEJARNEWS. COM, Depok | Wajah SDN Tapos 5, Kota Depok, segera berubah. Sekolah dasar ini menerima bantuan program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia senilai Rp1,8 miliar.

Bantuan tersebut dialokasikan untuk dua kebutuhan sekaligus: rehabilitasi tiga ruang kelas yang telah ada dan pembangunan tiga Ruang Kelas Baru (RKB).

Secara keseluruhan, revitalisasi ini menghasilkan enam ruangan yang tersusun dalam dua lantai—tiga ruang di lantai bawah dan tiga ruang di lantai atas.

“Enam ruangan tersebut dimanfaatkan untuk lima ruang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan satu ruangan lagi dipergunakan untuk ruang guru,” ujar Kepala SDN Tapos 5, Yoyo Ristoyo, M.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (17/10/2026).

Bagi sekolah, tambahan ruang itu bukan sekadar persoalan kenyamanan bangunan. Ia menjadi kunci untuk mengurai kepadatan belajar.

Saat ini, SDN Tapos 5 menampung 330 peserta didik yang tergabung dalam 12 rombongan belajar (rombel). Karena keterbatasan ruang, kegiatan belajar harus digelar dalam dua shift, pagi dan siang, setiap hari Senin hingga Sabtu. Pengajuan revitalisasi ini salah satunya ditujukan agar seluruh peserta didik dapat belajar secara lebih leluasa.

Pelaksanaan proyek dipercayakan kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Panitia ini melibatkan unsur internal sekolah maupun masyarakat, mulai dari ketua RT setempat, perwakilan orang tua siswa, hingga bendahara sekolah. Yoyo sendiri bertindak sebagai penanggung jawab penuh.

Hingga pekan ketujuh pelaksanaan, progres fisik pembangunan telah mencapai hampir 30 persen. Pekerjaan yang sedang berjalan adalah pembuatan bekisting atau cetakan pengecoran dak.

“Progres pembangunan saat ini sudah memasuki minggu ke-7 dan mencapai hampir 30 persen, dengan tahap pengerjaan pembuatan bekisting dak,” terangnya.

Dalam pengerjaan tersebut, sebanyak 18 tenaga kerja dikerahkan dengan sistem upah harian.

Dari sisi pembiayaan, sekolah telah menerima pencairan tahap pertama sebesar 70 persen dari total anggaran. Sisa 30 persen akan dicairkan setelah progres fisik pembangunan mencapai 50 persen.

Anggaran itu juga mencakup pengadaan mebel untuk tiga rombel.

“Anggaran senilai Rp1,8 miliar ini juga sudah termasuk pengadaan mebel untuk tiga rombel. Masing-masing rombel akan dilengkapi sekitar 28 hingga 32 set meja dan kursi siswa,” jelas Yoyo.

Terkait waktu penyelesaian, Yoyo menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga agar pekerjaan tidak molor dari jadwal.

“Target kami, akhir Desember 2026 seluruh pekerjaan harus sudah selesai,” tegasnya.

Jika target itu tercapai, harapan berikutnya sudah ada di depan mata: menyatukan seluruh kegiatan belajar dalam satu shift. Pihak sekolah berencana mengajukan permohonan tersebut kepada Dinas Pendidikan Kota Depok begitu revitalisasi rampung.

“Harapannya, dengan tersedianya ruang kelas yang memadai ini, kami bisa mengajukan ke Dinas Pendidikan agar seluruh kegiatan KBM dapat dilaksanakan satu shift di pagi hari,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *