KEJARNEWS. COM DEPOK – Sebuah transformasi besar tengah terjadi di jantung Kelurahan Pancoran Mas. Lahan bekas Lapangan KONI yang sarat sejarah kini resmi beralih fungsi menjadi Puskesmas Pancoran Mas Baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) memulai pembangunan fasilitas kesehatan senilai Rp7,6 miliar dari APBD TA 2026 ini, dengan target rampung dalam 165 hari kalender.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Firmauli Farida ini bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan upaya menjawab kebutuhan mendesak akan layanan kesehatan primer di wilayah yang sebelumnya belum memiliki puskesmas representatif di lokasinya sendiri.
Menghormati Sejarah: Jejak Pepen Rubiyanto dan Era Hutan Alam
Sebelum beton dituangkan, lahan seluas 3.000 m² ini menyimpan memori panjang warga Depok. Seorang warga setempat dari keturunan Belanda-Depok, Marga Leander, mengenang bahwa lapangan ini telah ada sejak era Pancoran Mas masih berupa hutan alam yang dihuni monyet dan lutung.
“Tahun 1965, saat kami bermain bola, monyet-monyet masih bertengger di pinggir lapangan,” kenangnya.
Di era 1990-an, lapangan ini menjadi kawah candi bagi tiga klub sepakbola lokal: Simpati, PS Kompas, dan PS Puja. Dari sinilah lahir legenda sepakbola nasional almarhum Pepen Rubiyanto, yang pernah memperkuat Timnas Junior di Piala Dunia U-17 Jepang tahun 1974. Kini, jejak keringat para atlet itu akan digantikan oleh layanan medis untuk menyelamatkan nyawa ribuan warga.
Respons Tegas Atas Keluhan: Mundur 3 Meter & Antisipasi Banjir
Transisi fungsi lahan ini sempat memicu kekhawatiran warga terkait akses jalan dan risiko banjir akibat hilangnya area resapan alami. Menanggapi hal ini, Disrumkim bersikap akomodatif namun tegas secara teknis.
Kepala Bidang Tata Bangunan Disrumkim, Puspita Dewi Maharani, menyatakan bahwa titik bangunan dimundurkan 3 meter dari garis jalan tanpa mengubah desain utama. “Ini bentuk respons kami terhadap kenyamanan akses warga. Selain itu, kami melakukan pengurukan tanah setinggi 40 cm dan membangun sumur resapan sebagai jaminan antisipasi banjir,” jelasnya.
Kendala Teknis: Listrik Belum Menyala, Kontraktor Keluhkan Hambatan
Di balik rencana megah tersebut, realita di lapangan menunjukkan adanya hambatan infrastruktur. Hingga Senin (10/8/2026), aliran listrik di lokasi proyek belum tersambung, meski pembayaran administrasi telah diselesaikan.
Pelaksana Pekerjaan, Marlon Siregar, mengungkapkan keluhannya. “Listrik belum ada, padahal sudah dibayarkan. Ini menghambat operasional mesin potong, pembengkok besi, dan pompa air. Kami berharap segera tersambung agar target 165 hari tidak meleset,” ujarnya.
Dengan struktur pondasi mini pile sedalam 9 meter pada 76 titik, ketiadaan listrik berpotensi memperlambat pengerjaan struktur bawah yang membutuhkan presisi tinggi.
Klarifikasi Status: Bukan Pengganti, Tapi Penambahan Kapasitas
Untuk menghindari kesalahpahaman publik, Pemkot Depok menegaskan bahwa Puskesmas Pancoran Mas Baru ini berdiri independen. Puskesmas lama di Jalan Pemuda tetap beroperasi normal.
“Ini adalah penambahan kapasitas layanan, bukan pengganti. Wilayah Kelurahan Pancoran Mas akhirnya memiliki puskesmas sendiri yang modern dan memadai,” tutup Puspita.
Dengan selesainya proyek ini, diharapkan warga Pancoran Mas tidak lagi perlu berebut antrean di fasilitas lama, sambil tetap menjaga roh kebersamaan yang dulu pernah tumbuh di atas lahan bersejarah tersebut.
(ish)






