KEJARNEWS. COM ,Depok | Pasar Rakyat Sawangan Permai Depok yang berlokasi di jalan Raya Mochtar Sawangan terlihat sepi tidak terkesan transaksi jual beli seperti pasar rakyat pada umumnya.

Lapak ,kios yang ada di dalam pasar, sama sekali tidak ada pedagang, hanya terlihat nomor lapak dan bagiannya yang tertera di meja lapak.
Selanjutnya di sisi luar baru ada terlihat sedikit aktivitas,kios yang berukuran 2 x 3 meter tersebut buka dengan menjajakan dagangan berupa makanan dan minuman dan di halaman pasar rakyat Sawangan Permai.
Bus bandara dan bus bertuliskan Transjakarta Lebak bulus ngantri berbaris menunggu jadwal keberangkatan, terlihat penumpang bus yang berasal dari Sawangan,Bojongsari tersebut tidak juga begitu ramai.
Salah seorang pedagang (N) saat ditemui media mengatakan,” saya ngontrak disini bang, sewanya Rp 500.000 / bulan perkios lalu distribusi ke pemda Rp 3500/hari baik buka tutup sama saja harus bayar, “ungkapnya, Jumat (10/4/26).
“Ada dua kios dikuasai oleh pejabat salah satunya No. kalau kita mau sewa nanti ketemu dengan pihak ketiga harganya Rp 500 ribu/bulan.
“Lihat sendiri bang, yang makan dan minum kopi disini sopir dan kru Bis Trans Jakarta dan Bis Bandara, kalau pengunjung pasar hampir tidak ada, “tuturnya.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hasbullah saat ditemui di kediamannya dalam acara Halalbihalal 1447-H , terkait pasar Sawangan Permai dirinya mengatakan, “Pasar Rakyat Sawangan sudah nggak jelas, dibiarkan begitu saja, seharusnya Pemerintah kota Depok , Dinas Perdagangan memfasilitasi para UMKM untuk berdagang disitu, bila perlu setahun jangan dulu dipungut biaya,gratis,” ungkapnya.
“Setahu saya , itu sewa kios dipungut biaya Rp 3,5 juta pertahun per kios, berarti bila kontrak per bulan yah Rp 3,5 dibagi 12/ bulan berarti .kisaran 300 ribu.Kalau ada pejabat yang memiliki,menguasai kios itu, tidak boleh itu.
Pesan saya, berikan dulu free sewa kios kepada pedagang, yang dipungut distribusinya saja dulu, kalau berkembang baru terbitkan sewa kios ,”jelas Hasbullah.
“Kalau peraturannya masih seperti itu, orang nggak mau jualan disitu, kita sudah tau ukuran kios nya cuman 2×3 meter .Baru mau mulai dagang sudah persiapan modal dagang ini sudah harus modal dagang belum perlengkapan dan peralatan, “jelas Hasbullah.
Ditambahkannya , keadaan seperti ini seperti kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kota Depok Dinas Perdagangan, bagaimana agar Pasar Rakyat sawangan ini benar benar diberdayakan , hidup, transaksi jual beli disana ramai, sebagaimana pasar rakyat sesuai fungsinya dan bermanfaat bagi masyarakat, “tutupnya.
Pasar Rakyat Jabar Juara di Sawangan Depok adalah proyek revitalisasi terminal bayangan menjadi pasar modern berkapasitas 104 kios dan 49 los di lahan 3600 m². Diresmikan Gubernur Ridwan Kamil pada April 2022, pembangunan ini didanai APBD Pemprov Jabar ( dana PEN) senilai 10 miliar, dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi lokal.
(ish)






