KEJAR NEWS. COM, Depok | Halalbihalal disertai dengan diskusi lintas agama digagas Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia Kota Depok berlangsung dengan spirit kebersamaan dalam membangun Kota Depok ,Sabtu (4/4/26) bertempat di Gedung HKI Juanda,Jln Tole Iskandar 30 Sukmajaya Kota Depok.

“Mari kita bersama-sama memaknai keberadaan kita sebagai mahluk ciptaan Tuhan dimuka bumi ini serta memaknai adanya ajaran Tuhan yang disampaikan pada kita dan me-manifestasikan dalam bentuk nyata , ” ungkap Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah.
“Sehingga adanya lembaga agama, banyaknya tempat-tempat ibadah yang dibangun di kota Depok sudah memiliki impact apa ? Apakah turunnya angka kemiskinan? Jangan nambah- nambah tempat ibadah tapi angka kemiskinan naik terus ? Jangan sampai anomali disitu, ” tuturnya.
Diterangkannya, tidak ada ajaran agama yang mengajarkan berbuat jahat.”Gusdur pernah mengatakan,Tuhan itu gak perlu dibela, sesering apapun kita ibadah, Tuhan itu selalu Maha Kuasa. Lisensinya untuk umat ada dua yaitu hubungan manusia dengan manusia secara horizontal dan hubungan manusia dengan Tuhan secara vertikal.
“Hubungan manusia dengan manusia kita saling menolong, membantu yang lemah yang membutuhkan , makanya ada zakat, Kerukunan harus berjalan seiring dengan kesejahteraan, “jelasnya.
Hadir Ketua PIKI Depok Mangaranap Sinaga. MH,Ketua ISKA Depok Darius Lekalowo,Intelektual Muslim KH. A Kholadi, LC, Ketua Yayasan STT Skriptura Pdt. DR Maxie M Rumagit, Ketua PGIS Depok Pdt.Romy S Palit M. Th, Mantan Ketua BNN Sukabumi ( pembawa acara) Dr. Retno Daru Dewi M.Si perwakilan jemaat HKBP Arco Bedahan Pardamean Manalu , tokoh masyarakat dan undangan.
Ketua PIKI Kota Depok Mangaranap Sinaga mengatakan kegiatan ini menjadi wujud nyata membangun toleransi melalui dialog. Ia berharap berbagai persoalan masyarakat yang disampaikan dalam forum dapat segera mendapat solusi, termasuk persoalan sosial HKBP Arco Bedahan Bedahan dan Cimanggis.
Ia juga menyoroti pentingnya percepatan proses perizinan rumah ibadah yang telah memenuhi persyaratan administratif dan dukungan masyarakat. Menurutnya, komunikasi lintas agama harus terus dibangun secara berkelanjutan dan tepat sasaran, termasuk memperkuat pendidikan toleransi di lingkungan pendidikan, rumah ibadah, hingga aparatur wilayah.
“Percepatan pembangunan di Kota Depok bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan spiritual masyarakat. Depok adalah rumah bersama karena keberagaman etnis dan agama hidup di kota ini,”ujarnya.
Ketua ISKA Darius Lekalawo menambahkan bahwa kebebasan beragama merupakan hak warga negara yang dijamin UUD 1945 Pasal 29 serta UU HAM Nomor 39. “Negara harus hadir untuk menjamin hak tersebut,” jelasnya.
Ditambahkan Ketua PGI-S Kota Depok Pdt. Romy S. Pallit.M.Th menyatakan kerukunan di tingkat pimpinan agama terjalin baik, namun di tingkat akar rumput masih ditemui tantangan.”Kami terus menggaungkan pentingnya toleransi dan membutuhkan kolaborasi bersama pemerintah,”harapnya.
(ish)






