KEJARNEWS. COM BANDUNG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membawa angin segar bagi upaya penanganan sampah di Jawa Barat. Dalam Apel Siaga Pilah Sampah Provinsi Jawa Barat di SPORT Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7), BRIN resmi memperkenalkan **Lahsamor**, sebuah inovasi alat pengolah sampah organik skala rumah tangga.(dikutip kanal Brin.go.id)
Kehadiran alat ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran dan memperkuat budaya memilah sampah dari sumbernya, sekaligus mendukung transformasi pengelolaan sampah nasional.
Lahsamor dirancang khusus untuk memudahkan masyarakat mengurai sampah organik langsung dari rumah. Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan cara kerja alat ini sangat sederhana dan ramah bagi siapa saja.
“Cukup masukkan sampah organik ke dalam alat, putar beberapa kali, lalu letakkan di lokasi yang terkena sinar matahari. Di dalamnya sudah kami siapkan mineral dan kompos alami yang akan mempercepat proses penguraian,” ujar Arif di sela-sela apel.
Ia memastikan, dengan metode ini, sampah organik di rumah tangga tidak akan menumpuk dan menimbulkan bau. “Insya Allah sampah akan hilang terurai karena mineral dan kompos di dalam alat ini bekerja dengan baik. Jadi, sampah tidak akan menumpuk lagi,” tambahnya.
Meskipun Lahsamor adalah alat yang paling kecil dan sederhana, Arif menegaskan bahwa dampaknya bisa sangat besar jika diadopsi secara massal. Ia menyebutkan bahwa BRIN sebenarnya memiliki ekosistem teknologi pengolahan sampah yang lengkap, mulai dari kapasitas 5 kilogram per hari untuk rumah tangga, hingga 100 ton per hari untuk skala besar.
“Kami berharap Jawa Barat bisa menjadi percontohan pemanfaatan Lahsamor. Penerapan teknologi sederhana di tingkat rumah tangga adalah langkah awal dan kunci untuk mengurangi timbulan sampah sebelum berakhir di TPA,” harap Arif.
Dukungan penuh datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), sangat mengapresiasi kolaborasi dengan BRIN. Menurut KDM, teknologi tepat guna seperti Lahsamor sangat krusial untuk memotong volume sampah sejak dari sumbernya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BRIN yang terus menciptakan berbagai inovasi alat untuk mengolah sampah sebelum sampai ke TPA. Ini sangat membantu beban lingkungan kita,” ungkap KDM.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menekankan bahwa penanganan darurat sampah tidak bisa hanya mengandalkan satu solusi tunggal. Diperlukan sinergi antara gerakan masyarakat, teknologi, dan infrastruktur.
“Menghadapi darurat sampah, gerakan memilah dari rumah, penyediaan teknologi sederhana seperti Lahsamor, kolaborasi masyarakat, hingga percepatan infrastruktur harus berjalan beriringan. Dengan begitu, persoalan sampah bisa kita tuntaskan secara komprehensif dari hulu hingga hilir,” pungkas Zulhas.






