Jakarta, 28 Februari 2025 – Sejumlah organisasi masyarakat yang peduli terhadap isu pangan, termasuk Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK Indonesia), Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), dan Gerakan Pemuda Peduli Rakyat Indonesia (GEMPARI), menyerukan aksi demonstrasi besar-besaran untuk melawan mafia kuota bawang putih.
Aksi ini akan berlangsung pada 5 Maret 2025 pukul 09.00 WIB di Istana Merdeka dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para pedagang dan masyarakat yang merasa dirugikan akibat permainan harga bawang putih oleh mafia kuota diundang untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Dalam seruan yang disampaikan, masyarakat menegaskan tuntutan mereka:
1. Meminta Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk segera menghentikan para pelaku mafia kuota bawang putih yang menyebabkan lonjakan harga di pasar.
2. Meminta KPK, Kepolisian RI, dan Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas serta menangkap para mafia yang bermain di Kementerian Pertanian.
3. Mengajak seluruh pedagang dan masyarakat untuk bersatu dalam melawan mafia yang mengendalikan impor dan menyebabkan harga bawang putih meroket.
Dengan slogan “Kami Tidak Akan Diam!”, para demonstran menegaskan bahwa negara tidak boleh tunduk kepada segelintir orang yang mempermainkan harga pangan rakyat.
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, bersama pengusaha nasional Timothy Savitri dan mantan Dirjen Hortikultura Prihasto, turut memberikan perhatian terhadap permasalahan ini.
Masyarakat diimbau untuk mendukung gerakan ini dengan menyebarluaskan kampanye melalui tagar #TolakMafiaBawang #BerantasMafiaKuota #BawangPutihUntukRakyat di media sosial.
Bersama, kita suarakan keadilan! Bersama, kita berantas mafia pangan! (ish)