Depok Perkuat Literasi dan Numerisasi pada Jenjang SD-SMP

KEJARNEWS. COM, Depok – Pemerintah Kota Depok terus memperkuat kemampuan literasi dan numerisasi pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pada 2025, capaian di dua indikator tersebut menunjukkan hasil yang beragam.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Wahid Suryono, menegaskan bahwa pembangunan budaya literasi dan numerisasi harus dimulai sejak dini. Menurutnya, literasi tidak sekadar kemampuan membaca, tetapi juga memahami serta memaknai isi bacaan.

Baca juga:  Wali Kota Depok Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD Soal Perubahan APBD 2025

“Anak-anak harus mampu memahami apa yang mereka baca, kemudian merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk pola pikir kritis,” ujarnya dalam kegiatan Forum Rencana Kerja (Renja) Disdik, Jumat (27/02/26).

Ia memaparkan, pada jenjang SD tahun 2025, kemampuan literasi berhasil melampaui target yang ditetapkan. Dari target 63,37, realisasi capaian mencapai 68,37. Namun, untuk numerisasi SD, capaian belum memenuhi target. Dari target 68,37, realisasi berada pada angka 56,84.

Baca juga:  Tetap Optimis Walau Progres Pembangunan RKB di SMAN 11 Depok Melambat, Ini Sebabnya

Sementara itu, pada jenjang SMP, kemampuan literasi tercatat sesuai antara target dan realisasi, yakni 79,87. Adapun numerisasi SMP sedikit melampaui target. Dari target 67,67, realisasi mencapai 67,76.

Wahid juga menyoroti pentingnya penguatan numerisasi sebagai kemampuan memahami, menggunakan, serta menafsirkan angka atau data dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari.

“Masih banyak siswa yang kesulitan ketika dihadapkan pada soal-soal berbasis numerik. Ini menjadi perhatian serius yang harus kita tangani bersama,” katanya.

Baca juga:  Di Segel Kementrian Lingkungan Hidup,TPA Sampah Cipayung Depok Tetap Beroperasi

Ia menambahkan, rendahnya minat baca menjadi salah satu tantangan yang memengaruhi capaian tersebut. Anak-anak saat ini cenderung lebih tertarik pada penyampaian informasi yang bersifat instan dibandingkan membaca.

“Kita memerlukan peran langsung dari tenaga pendidik dan masyarakat dalam menumbuhkan budaya membaca serta meningkatkan kemampuan numerisasi anak. Mudah-mudahan berbagai upaya yang kami rumuskan berdampak nyata bagi kualitas pendidikan di Kota Depok,” tutupnya.

(rh/ish)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *