Perayaan Natal PGIS Depok 2026 Berjalan Hikmat, Suka Cita dan Damai

KEJARNEWS.COM , Depok | Ibadah dan perayaan Natal Persekutuan Gereja Gereja Indonesia Setempat (PGIS) Kota Depok tahun 2026 penuh dengan hikmat. Natal tersebut digelar di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kamboja,Jumat (15/1/2026).

Perayaan Natal tahun ini dihadiri kisaran dua ribu duaratus lebih jemaat yang telah bergabung dalam anggota PGI-S Kota Depok dengan 99 Gereja. Tema Natal : Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga’ (Matius 1:21-24) dengan sub tema : Keluarga Kristen dan Gereja di Kota Depok dipanggil untuk mewujudkan Damai Sejahtera, Keadilan, Keutuhan Ciptaan dan Terang Tuhan untuk Kesejahteraan Kota Depok.

Anggota DPRD Depok St.Binton Nadapdap.,S.Sos.,MM. mengatakan Bangga Natal PGIS tahun 2025 yang memberikan dampak positif keberagaman. Perayaan Selamat Hari Natal thn 2025 dan tahun baru 2026.

“Semoga makna Natal PGIS tahun ini menjadi berkat, mendoakan kota Depok menjadi kota yang bangkit dan toleransi.Kami melihat antusias masyarakat yang datang termasuk tokoh agama Islam dan dari Perwakilan FKUB hadir hari ini, “ungkapnya.

“Upaya saling mengenal satu dengan yang lain, dogma dan aliran kepercayaan yang berbeda dari enam agama di Indonesia Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kepercayaan merupakan bahwa toleransi keberagaman kunci membuat peradaban lebih baik dan maju dalam arti persatuan, “ujarnya.

Kami, sebagai anggota DPRD Depok di Komisi A membawahi dan saya di Bapemperda, saat ini PERDA HAM sudah disetujui dan akan disyahkan diketuk palu tahun ini. Perda HAM tersebut didalamnya, ada perlindungan pada masyarakat, ada kebebasan umat beragama melakukan ibadahnya. Naskah kajiannya sudah melibatkan lembaga kajian, pemerintahan dan kepala daerah, “tuturnya.

Bila PERDA HAM tersebut sudah ada, kita bisa mengwujudkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Secara politik sudah diterima dengan baik,ini nilai positifnya.Stigma Depok yang dulu Intoleransi menjadi kota toleransi yang saling menghargai perbedaan.

“Dengan bergantinya kepemimpinan sekarang, pesan kami agar Walikota Depok dan Wakil mengkoordinir tokoh-tokoh, ormas, masyarakat dan agama satu dengan yang lainnya agar saling bergandengan tangan satu tujuan menuju Depok maju.Hari ini kita saksikan hadir Bapak Kyai, Ustadz dan Habib yang merupakan bentuk pesan buat masyarakat dan pemerintah sekarang, toleransi sudah berjalan, “paparnya.Kami mengucapkan terimakasih atas kehadirannya.

Ketidakhadiran Walikota di Natal PGIS tahun ini, dimungkinkan beliau sibuk dan mempunyai agenda kegiatan lain. Kita juga harus bertoleransi, ini jugakan bagian dari toleransi. Kita harus menerima perbedaan, kesibukan, itu bagian dari toleransi, dan sudah diwakili dari pemerintah kota “tutup Binton.

Dalam pesan Natal yang disampaikan Pdt Ridoi Batubara dari Paraeses HKBP Deboskab menyampaikan Tuhan yang membentuk keluarga, oleh karena Tuhan yang bentuk,Dia selalu hadir dalam setiap problema,persoalan keluarga dan memperbaiki , agar keluarga tersebut layak dimata Tuhan dimata masyarakat. “Karena hal itu tetaplah setia, Tuhan penolong keluarga yang berharap padaNya, “ungkapnya.

Hadir dari Dandim 0508, Dirjen Bimas Kristen Kemenag Pusat yang diwakili oleh Bimas Kristen Kemenag Kota Depok Kanton Gultom, Ketua MP PGIW Jawa Barat Pdt. Jahenos Saragih, Tim FKUB Habib Reza, Kasat Intel Polresta Depok Kompol Bintang Sirait, Camat Sukmajaya Christine Tobing, Perwakilan Kesbangpol Arson, Anggota DPRD Depok, Perwakilan Pemuda Kristiani Depok Vanny serta para pendeta denominasi setiap gereja yang ada dan tokoh tokoh lainnya.

Kita doakan bersama Kota Depok maju dan Kota Toleransi.
(ish)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *