Wali Kota Depok Hadiri Sosialisasi Peran Wartawan Yang Berprespektif Gender Kesetaraan dan Berkeadilan tahun 2019

Depok |Seiring dengan era globalisasi,berbagai permasalahan masih di hadapi perempuan dan anak, baik itu kekerasan fisik,psikis,trafficking,perlindungan tenaga kerja perempuan,tenaga kerja anak,pornografi sexualitas yang berhadapan dengan hukum.
Dalam rangka percepatan pelaksanaan pengarusutamaan Gender (PUG) ,Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok menggelar Sosialisasi Peningkatan Peran Jurnalis yang Berspektif Gender. Kegiatan yang diikuti 60 jurnalis dari berbagai media di Kota Depok, ini guna menyamakan persepsi mengenai arti kesetaraan dan keadilan gender (6/8) bertempat di aula Lt 10 Gedung Dibaleka II Kantor Balai Kota,Jln Margonda Raya Depok.
Hadir Wali Kota Depok,Muhammad Idris,Kadis Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga drg.Nessi Annisa Handari,Assisten Pmerintahan dan Kesejahteraan sosial Setda Kota Depok,Kasie, PUG dan kerjasama DPAPMK Rahmawati,SKM,dan Narasumber.


Dalam sambutannya Walikota Depok M.Idris menyampaikan,” terima kasih dan appresiasi pada DPAPMK apa yang digelar saat ini sangat mempunyai nilai strategis dalam pembangunan di Kota Depok.Harapan kita sosialisasi peningkatan peran jurnalis yang berprespektif Gender pada pelaksanaan Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) dalam pembangunan itu bisa berkolaborasi dan berkoordinasi antar instansi dengan media.Bagi media dapat tersosialisasi ke masyarakat,media harus faham apa itu Gender,”ujarnya
.Dilanjutkannya persamaan Gender ini bukan jenis kelamin antara wanita dan pria namun Gender disini suatu peran yang sifatnya dapat berubah-ubah.Misalkan ada anak laki-laki senang main boneka-bonekaan yang mana mainan itu diperuntukkan ke wanita,ternyata disini ada bakat yang bisa disosialisasikan,ternyata setelah besarnya menjadi perawat yang professional,”imbuhnya.
Informasi yang diterima dari Kantor Pusat Indeks Pembangunan Gender (IPG) secara Nasional di kota Depok 193 dari 190 dan Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) 83 dari 100.Diperlukan pemahaman yang kuat dan menyamakan persepsi apa yang dimainkan media dalam hal ini tentang pengarusutamaan Gender.Dalam informasi dari BPS,IP Kota Depok tahun 2017 yaitu 93,05 % se Propinsi Jawa Barat,Kota Depok berada diurutan ke enam dan untuk IPG tahun 2017 yaitu 81,40% angka tertinggi peringkat ke tujuh nasional,”,jelas Idris.
Menurut Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari, demi meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender butuh komitmen yang kuat dari semua pihak. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok turut menguatkan program Pengarusutamaan Gender (PUG) dengan menggandeng berbagai pihak termasuk dengan media.


“Kami ingin menghadirkan pembangunan yang responsif gender tentu saja perlu dukungan dari media. Karena itu, kami merangkul para jurnalis agar mereka menghadirkan berita-berita yang responsif gender,” jelas Nessi .Dikatakannya, sosialisasi ini memiliki nilai strategis agar media bisa bersinergi dengan DPAPMK Kota Depok dan mensosialisasikan program-program PUG. Untuk itu, pentingnya DPAPMK merangkul jurnalis agar pengetahuan mereka seputar PUG lebih meningkat.“Harapan kami adalah menghadirkan media yang berspektif gender agar persepsi yang ada bisa sama,” pungkasnya.
Ketua Panitia kegiatan ketika ditanya wartawan Rahmawati SKM menyatakan tujuan kegiatan ini dimaksud diharapkan media dalam perannya menyampaikan pesan ke masyarakat berspektif dengan etika jurnalis dan berspektif kesetaraan Gender pria dan wanita bersama-sama berpatisipasi dalam pembangunan,”tambahnya.
Red/ish

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *