Wali Kota dan Wakil Wali Kota Hadiri Puncak Hari Anak Nasional Tahun 2019 Tingkat Kota Depok

Depok |Wali Kota Depok,Muhammad Idris beserta seluruh Pimpinan OPD ,Camat dan Lurah melalui Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga ( DPAPMK) menyelenggarakan puncak Hari Anak Nasional tahun 2019.
Hadir dalam kegiatan Hari Anak Nasional, Walikota Depok KH.Mohammad Idris, Wakil Walikota Depok H.Pradi Supriatna, bersama Bunda Martha, Ketua TP.PKK Kota,Depok Elly Farida, Ketua Komnas Perlindugan Anak Indonesia Arist Merdeka Sirait, Ketua KPAI Dr.Susanto.MA, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Khairul Anwar, Ketua BNN Kota Depok Rusli Lubis, Perwakilan Rektor Universitas Indonesia Dr.Suryadi, Kadis DPAPMK drg.Nessi Annisa Handari,Para Asisten , Para Kepala OPD, Camat, Lurah serta para tamu Undangan di halaman Balai kota Depok (8/8)


Dalam sambutannya Walikota Depok KH.Mohammad Idris menyampaikan “Secara pribadi maupun Pemerintahan sangat berterima kasih dan appresiasi atas terselenggaranya acara ini. Partisipasi semua yang hadir secara langsung maupun tidak langsung untuk suksesnya kegiatan Hari Anak saat ini , berarti kita bisa menguatkan komitmen, loyalitas, janji kita untuk melakukan perlindungan hak hak anak Indonesia khususnya di Kota Depok ” tutur Idris.
“Puncak gelar ekspresi anak ini tidak hanya sekedar seremonial saja, tetapi juga merupakan komitmen bersama untuk melanjutkan meniti jalan menuju Kota Layak Anak untuk lebih ditingkatkan, dimana saat ini masih dalam predikat Nindya yang dipertahankan selama 3 kali berturut turut. Saya bersama Pak Wakil Walikota akan memberikan Reward kepada peserta yang menerima Juara 1 dan 2 buat anak special masing masing sejumlah Rp 5 juta,” Jelas Idris.
Di kesempatan lain Wali Kota membagikan hadiah bagi para pemenang lomba dan bersama Bunda Elly Farida launching lagu berjudul Harmoni Keluarga.


Ketua Komnas Perempuan dan anak Arist Merdeka Sirait,ketika ditanya media menyatakan, “Saya belum dapat melihat bahwa apapun predikat yang diberikan pemerintah dalam konteks perlombaan dan mengumumkannya.Sebab keluarga di Kota Depok secara sosial masih membutuhkan apa namanya pembimbingan dan pembinaan untuk memahami rumah tangga,”ungkapnya.
“Untuk menuju kota Layak anak,ada kriterianya,31 indikator yang harus dipenuhi.Kota layak anak berawal dari rumah,lingkungan,Rt ,Rw sampai Kecamatan,jika sudah layak betul barulah disebut kota layak anak.Arist juga mengatakan jika garda terdepan untuk melindungi anak hanya jargon saja,saya tidak bangga sekedar hanya mendapatkan pendidikan pada saat ini serta memberikan sertifikat.Apa namanya layak anak adalah pola pandang, perspektif pikir dari masyarakat bagaimana menempatkan anak dalam keluarga,”ujarnya.


Sebagai masyarakat Depok kita harus kembali ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak , dibawah koordinasi Wali Kota untuk memberikan parenting skill pendidikan keluarga,apalagi saat ini gadget sudah tidak dapat dibendung keberadaannya.Sebagai kota layak anak problema sosial harus ditangani dulu yaitu kemiskinan.Fonema sosial ,kemiskinan harus menjadi prioritas penanganan,supaya status-status kekerasan yang tak teratasi ketika masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi sangat rantan sebagai pelaku kekerasan disebabkan tekanan ekonomi. Program-program kemiskinan,pengentasan kemiskinan,lapangan pekerjaan harus diberikan pada keluarga yang didata yang harus dibantu.Karena frustasian masyarakat terhadap tantangan hidup,tekanan hidup,gaya hidup yang tiap hari tidak bisa terlepas,ini harus diberi ruang kepada masyarakat,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *