Penerima RTLH Kecamatan Tapos Depok Terima Buku Rekening Bank Jabar Banten

Wali Kota Depok KH. Dr. Mohammad Idris MA beserta rombongan mendatangi Warga Kecamatan Tapos yang menerima buku tabungan Bank Jabar Banten , Rabu ( 23/10) beserta rombongan staff Bank Jabar Banten diaula kantor kecamatan Tapos. Serah terima 69 buku rekening Bank Jabar Banten (BJB) terkait bantuan sosial Pemerintah Kota Depok untuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2019.

Hadir Wali Kota Depok Moh.Idris , Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Nina Suzana, Manager Operational Bjb Cabang Depok Nur Ulfa, Camat Tapos Dadi Kumiadi beserta jajarannya Tujuh lurah se Kecamatan Tapos,Para ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan penerima bantuan RTLH sekecamatan Tapos.

Dalam sambutannya Walikota mengatakan,”Rumah tinggal merupakan hak setiap warga negara Indonesia dan dilindungi Undang-Undang. Pemerintah peduli hak dasar rakyat dalam hal kebutuhan rumah yang layak dan sehat dalam konteks kemampuan sesuai standard hidup rumah tinggal di Indonesia,”ucapnya.Rumah sederhana dan nyaman dapat melindungi keluarga untuk hidup lebih baik,nyaman dan sehat untuk mencapai rumah tangga yang bahagia.Harapan saya,”setelah nantinya rumah itu telah direnovasi Bapak,Ibu sekalian dapat menjadi betah dirumah dalam mengurus dan menata keluarga,”jelasnya.

Pemerintah Kota Depok peduli serta berperan aktif berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H,amandemen UU 45 yaitu Rumah adalah salah satu dasar hak rakyat,karenanya setiap warga negara berhak memiliki tempat tinggal dan lingkungan hidup yang sehat.Tahun 2016 prosentase RTLH kota Depok ,0,73 persen,di Kecamatan Tapos RTLH 2019 terdapat 69 rumah.Harapan saya RTLH tahun 2020-2021 menjadi 0,05 persen,”tutup Moh.Idris.
Acara ditutup dengan penyerahan buku tabungan BJB kepada warga penerima renovasi RTLH

Sementara Camat Tapos Dadi Kumiadi S.Sos,ketika di tanya media mengatakan,” Oktober-Desember Tahun 2019 lebih dari 69 yang mendapat bantuan, tapi setelah diverifikasi ,ada sekitar lima orang yang karena rumah sudah dijual, doble data, sedikit kendala, tapi sudah beres. Sementara untuk Kel Cimpaeun tidak mengajukan data, ” tutur Dadi.

Untuk keuangan sipenerima RTLH , tidak menerima uang tapi sipenerima langsung mentrasfer Rp.15 juta ke pihak material. Dan 3 juta rupiah bisa dicairkan untuk pembayaran tukang.Pemerintah dalam proses pembangunan renovasi RTLH tim dari Kecamatan dan Kelurahan beserta konsultan memantau proses perkembangan renovasi/perbaikan 69 unit rumah warga , yang menerima bantuan dari Pemerintah,”jelasnya.
Di Kecamatan Tapos ,tahun 2020 di data RTLH yang menerima bantuan ada sekitar 144 unit rumah.Jumlah ini akan diverifikasi lagi agar penerima bantuan RTLH dari Pemkot Depok tepat sasaran,”tutup Camat Tapos Dadi.
Red/ish

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *